Sore ini saya merasa tidak enak. Jantung berdebar.-debar. Kenapa ya.
Jadilah browsing informasi mengenai jantung berdebar. Wajib cek kesehatan nih.
Sebagian orang bilang bahwa jantungnya menjadi berdebar-debar sehabis
minum kopi atau obat tertentu. Bahkan, ada orang yang jantungnya
berdebar setelah minum minuman suplemen. Di sisi lain, banyak juga orang
yang bisa menikmati kopi dan minuman suplemen setiap hari tanpa
mengalami jantung berdebar. Kenapa bisa begitu? Apa sesungguhnya yang
membedakan?
Secangkir. Kopi
”Dalam kopi, teh, dan cokelat, terkandung kafein. Itulah yang membuat
jantung berdenyut lebih cepat, bahkan bisa juga keluar keringat
dingin,” jelas Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP. Jantung berdebar,
kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSU dr Soetomo itu,
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, rangsangan saraf
simpatik dan hormon adrenalin.
”Jika hormon adrenalin tinggi atau saraf simpatis sangat sensitif,
jantung menjadi berdebar-debar,” paparnya. Jantung berdebar, bisa disebabkan faktor luar atau dalam tubuh pasien. ”Bila saraf
simpatis pasien sangat sensitif, ini disebut faktor dalam” kata
Romdoni.
Bagaimana cara mengetahuinya? Dalam kondisi normal, jantung berdenyut 60-100 kali/menit. Yang optimal adalah 70-80
kali/menit. Kalau denyut jantung lebih dari 100 kali per menit, itu
menunjukkan saraf simpatis sangat sensitif.
Sedangkan penyebab dari luar tubuh bermacam-macam. Bisa rasa waswas,
emosi, takut, atau kaget. Bisa juga makanan dan minuman, misalnya kopi,
teh, dan cokelat. Penyebab lainnya adalah mengonsumsi obat-obatan
tertentu. Misalnya, jantung berdebar setelah minum obat asma, flu,
batuk, atau jenis lain yang mengandung adrenalin. ”Suplemen penambah
energi juga bisa membuat jantung berdebar lebih kencang”.
Penyakit tertentu, juga bisa mengakibatkan jantung berdebar lebih
kencang. Salah satunya, anemia (penurunan kadar hemoglobin). Dalam
kondisi anemia, darah tak bisa beredar optimal ke seluruh tubuh.
Akibatnya, jantung bekerja lebih ekstra memompa agar darah beredar ke
seluruh tubuh.
”Peningkatan kerja jantung ditandai dengan cepatnya denyut jantung
tersebut,” jelasnya. Selain itu, penderita hipertiroid dan payah
jantung juga terdiagnosis dengan cepatnya jantung berdenyut.
Bila denyut jantung di atas 100 kali per menit, tapi kembali normal
dalam beberapa menit, itu tak perlu diobati. Namun, bila jantung
berdetak lebih dari 120 kali per menit terus-menerus, pasien dianjurkan
segera berkonsultasi ke dokter jantung. Dokter akan mengevaluasi dan
mencari penyebabnya. ”Bila penyebabnya obat, makanan, dan minuman,
pasien diminta tak lagi mengonsumsinya,” tutur dia.
Jika penyebabnya penyakit tertentu, sumber penyakit tersebut harus
diobati. Bila penyakitnya sembuh, otomatis jantung berdetak normal lagi.
Kalau denyut jantung lebih dari 150 kali per menit, pasien wajib minum
obat. Sebab, itu gejala patologis yang harus diobati. Jika tidak, pasien
bisa pingsan.
Berarti harus segera cek jantung.. segera..
Sumber: Oke zone.