Posted by: wonderfulema | August 10, 2010

Jantung Berdebar, Waspadai Gangguan Irama Jantung

Sore ini saya merasa tidak enak. Jantung berdebar.-debar. Kenapa ya.

Jadilah browsing informasi mengenai jantung berdebar. Wajib cek kesehatan nih.

 

Sebagian orang bilang bahwa jantungnya menjadi berdebar-debar sehabis

minum kopi atau obat tertentu. Bahkan, ada orang yang jantungnya

berdebar setelah minum minuman suplemen. Di sisi lain, banyak juga orang

yang bisa menikmati kopi dan minuman suplemen setiap hari tanpa

mengalami jantung berdebar. Kenapa bisa begitu? Apa sesungguhnya yang

membedakan?

Secangkir. Kopi

”Dalam kopi, teh, dan cokelat, terkandung kafein. Itulah yang membuat

jantung berdenyut lebih cepat, bahkan bisa juga keluar keringat

dingin,” jelas Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP. Jantung berdebar,

kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSU dr Soetomo itu,

dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, rangsangan saraf

simpatik dan hormon adrenalin.

 

”Jika hormon adrenalin tinggi atau saraf simpatis sangat sensitif,

jantung menjadi berdebar-debar,” paparnya. Jantung berdebar, bisa disebabkan faktor luar atau dalam tubuh pasien. ”Bila saraf

simpatis pasien sangat sensitif, ini disebut faktor dalam” kata

Romdoni.

 

Bagaimana cara mengetahuinya? Dalam kondisi normal, jantung berdenyut 60-100 kali/menit. Yang optimal adalah 70-80

kali/menit. Kalau denyut jantung lebih dari 100 kali per menit, itu

menunjukkan saraf simpatis sangat sensitif.

 

Sedangkan penyebab dari luar tubuh bermacam-macam. Bisa rasa waswas,

emosi, takut, atau kaget. Bisa juga makanan dan minuman, misalnya kopi,

teh, dan cokelat. Penyebab lainnya adalah mengonsumsi obat-obatan

tertentu. Misalnya, jantung berdebar setelah minum obat asma, flu,

batuk, atau jenis lain yang mengandung adrenalin. ”Suplemen penambah

energi juga bisa membuat jantung berdebar lebih kencang”.

 

Penyakit tertentu, juga bisa mengakibatkan jantung berdebar lebih

kencang. Salah satunya, anemia (penurunan kadar hemoglobin). Dalam

kondisi anemia, darah tak bisa beredar optimal ke seluruh tubuh.

Akibatnya, jantung bekerja lebih ekstra memompa agar darah beredar ke

seluruh tubuh.

 

”Peningkatan kerja jantung ditandai dengan cepatnya denyut jantung

tersebut,” jelasnya. Selain itu, penderita hipertiroid dan payah

jantung juga terdiagnosis dengan cepatnya jantung berdenyut.

 

Bila denyut jantung di atas 100 kali per menit, tapi kembali normal

dalam beberapa menit, itu tak perlu diobati. Namun, bila jantung

berdetak lebih dari 120 kali per menit terus-menerus, pasien dianjurkan

segera berkonsultasi ke dokter jantung. Dokter akan mengevaluasi dan

mencari penyebabnya. ”Bila penyebabnya obat, makanan, dan minuman,

pasien diminta tak lagi mengonsumsinya,” tutur dia.

 

Jika penyebabnya penyakit tertentu, sumber penyakit tersebut harus

diobati. Bila penyakitnya sembuh, otomatis jantung berdetak normal lagi.

 

Kalau denyut jantung lebih dari 150 kali per menit, pasien wajib minum

obat. Sebab, itu gejala patologis yang harus diobati. Jika tidak, pasien

bisa pingsan.

 

Berarti harus segera cek jantung.. segera..

 

Sumber: Oke zone.

 

Posted by: wonderfulema | August 9, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.